UNTUK MASA LALU YANG TIDAK PERNAH MENGINGATKU LAGI




Awal pertemuan itu mungkin tidak ada yang istimewa. Sampai pada saatnya waktu itupun datang. Waktu yang bisa membuat dua insan yang berbeda bisa menjadi satu. Semuanya sangat terlihat biasa, tidak ada yang diistimewakan dari hubungan itu. Bahkan awal dari hubungan itu banyak sekali masalah yang datang juga karena masa lalu. Yaa! Masa lalu, kenapa bayang-bayang dari masa lalu itu selalu ada. Meskipun mulut kita bicara tidak tapi mungkin saja iya. Yahh tapi masa lalu biarlah jadi pelajaran untuk masa depan nanti.

            Waktu 1 tahun 3 bulan itu tidak sebentar, cukup bisa membuat bahagia dan sakit. Mungkin Cuma dua insan ini yang bisa merasakan manis pahitnya hubungan mereka. Tapi apalah aya, hanya karena suatu hal yang menyakitkan itu semua tembok yang kokoh yang dibangun selama ini akhirnya hancur begitu saja. Hancur karena hal menyakitkan itu.


            Janji? Ingatkah dia tentang janji itu? Terlalu manis janji yang kamu katakan, terlalu banyak janji yang telah kamu ucapkan, tapi? Mana janjimu itu? Bisakah aku menagihnya sekarang? Bisakah kamu memenuhinya sekarang? Tidak!

            Semua telah kamu hancurkan. Ini yang dulunya kamu bilang cinta? Sayang? Selamanya? Mudah sekali kamu ucapkan semua kata-kata itu. Dan sekarang kamu ucapkan kembali kata-kata itu dengan kekasih barumu. Ohya, aku baru ingat kalau kamu memang telah memunyai pengganti diriku.

            Lalu? Apa artinya aku di matamu sekarang? Apa hanya sebuah sampah? Yang dulu pernah kamu pakai dan sekarang ketika kamu telah menemukan yang baru, aku kamu buang begitu saja? JAHAT! Lelaki macam apa kamu itu? Tidak bertanggung jawab, apa kamu hanya bisa menyakiti? Lalu kenapa aku bisa setulus ini mencintaimu?

            PENYESALAN. Mungkin cuma itu. Tapi buat apa aku menyesal karena mencintaimu? Aku sendiri yang berani mencintaimu, dan aku pun harus berani pula merasakan sakit ini. Bukan penyesalan karena pernah mencintaimu, tapi penyesalan kenapa terlalu lama aku terjebak Cuma karena janji manismu itu! Ahh bullshit semuanya!

            Luka. Luka ada karena cinta, dan luka juga menjadi sebuah seni dalam kehidupan. Tanpa luka mungkin saja kehidupan ini terasa hambar, apakah hanya bahagia? Dan tiada luka? Yah haruskah aku berpikir seperti itu?

            Kadang dalam kehidupan kita pasti punya masa-masa dimana buku yang lama harus kita tutup dan kita simpan. Karena masih ada buku baru yang lebih sulit, harus kita pelajari lebih dari apa yang pernah kita pelajari dulu. Begitupun dalam cinta, kadang kita harus rela melepas orang yang kita sayang demi suatu hal yang tidak bisa diungkapkan, dan aku yakin suatu saat nanti Tuhan akn memberikan yang lebih baik untukku. Dan bagaimana dengan orang yang pernah menyakitiku itu biarlah menjadi urusan Tuhan.

            Mungkin saat ini kembali bersamamu lagi adalah hal yang memang masih kuinginkan. Tapi suatu hari nanti ada saatnya aku lelah, lelah dengan keadaan ini, menunggumu yang sama sekali tidak mengingatku, mencintaimu yang sama sekali tidak mencintaiku lagi. Dan aku hanya berdoa kepada Tuhan agar diberi kekuatan, jika kamu bukan jodohku aku ingin semua kenangan tentangmu hilang dan tidak ada cinta sedikitpun lagi untukmu karena semua itu sudah kamu sia-siakan begitu saja selama ini.

0 komentar:

Posting Komentar


up