Merindukanmu dalam Sepi


Hujan menari-nari perlahan
menggelitik gemas pepohonan
Dan angin mendesah
Tubuhku menggigil
Langit semakin cemas
Ia terus-menerus menangis

Sementara langkahmu semakin menjauh
Saat tubuhku yang kedinginan sempat kau hangatkan dengan jemarimu
Demikian sosokmu terasa lenyap
Ketika labirin kosong di hatiku
mulai terisi olehmu

Janji yang terucap
Seakan-akan menguap
Cinta yang dulu mengendap
Berhembus menjadi uap

Kini...
Aku seperti tungku yang butuh api
Diam-diam merindukanmu dalam sepi

Aku sangat kenal bahasa rindu
Namun kamu selalu saja tak tahu
Padahal kamu penyebab racun di darahku!
Terdakwa dari bisik tangisku

Dan...
Kau pergi ketika semua sudah tertata rapi
Ketika peran mimpi dan nyata mulai berganti

1 komentar:

Posting Komentar


up